April 2012 baru-baru ini saya diundang untuk mengikuti lokakarya yang diselenggarakan oleh ACIAR di Mataram, NTB. Topik lokakaryanya adalah pemilihan komoditas yang akan ditangani rantai nilainya (value chain-nya) untuk menurunkan kemiskinan di perdesaan. Setelah melalui perdebatan, dari tiga provinsi yang terlibat, yaitu Jawa Timur, NTB, dan NTT, berhasil ditetapkan tiga komoditas prioritas, yaitu jagung, sapi, dan kopi. Dari segi pemilihan komoditas, saya sebenarnya kurang sependapat bahwa ketiga provinsi harus dialokasikan komoditas yang sama (meskipun rekan saya dari Bappeda Provinsi NTT senang karena komoditas unggulan Anggur Merah masuk di di antara komoditas terpilih). Pemilihan komoditas merupakan satu persoalan, tetapi mengurangi kemiskinan adalah persoalan lain. Bagi saya, kemiskinan di Indonesia bukanlah sekedar persoalan rantai nilai komoditas. Kemiskinan di Indonesia merupakan persoalan struktural yang jauh lebih kompleks yang terpusat pada manusianya sendiri. Sepanjang cara pikir manusianya tidak berubah maka kemiskinan akan selalu tetap ada.
 


Comments




Leave a Reply